// catatan dasar ilmu komputer
Perkembangan Sistem Operasi Open Source
Dari budaya berbagi kode di laboratorium kampus tahun 1960-an sampai lahirnya Linux, perjalanan open source dipenuhi tokoh, organisasi, dan lisensi yang membentuk cara kita memakai software gratis dan terbuka hari ini.
01 / DEFINISI
Apa Itu Open Source?
Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya dibuka oleh pengembangnya agar bisa dipelajari, diubah, dan disebarluaskan siapa saja. Kalau pembuatnya melarang perubahan atau penyebaran ulang, software itu bukan open source — meskipun kodenya kelihatan.
Menariknya, "open source" dan "free software" bukan hal yang sama persis. Semua free software sudah pasti open source, tapi tidak semua open source software otomatis jadi free software.
Lisensinya tidak bisa diubah jadi tertutup di kemudian hari — sifat kebebasannya terkunci permanen.
Contoh: LinuxKodenya terbuka, tapi lisensinya bisa saja diubah menjadi tertutup pada rilis berikutnya.
Contoh: FreeBSDFreeBSD sendiri jadi salah satu fondasi Mac OS X yang justru tidak open source — bukti bahwa kode terbuka bisa saja bermuara ke produk tertutup. Mulai 1994–1995, server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat memakai FreeBSD karena reputasinya yang tangguh untuk keamanan jaringan dan server.
02 / SEJARAH SINGKAT
Dari Budaya Hacker Kampus ke Linux
Sejarah open source jauh lebih tua dari istilahnya sendiri. Akarnya bisa ditelusuri ke budaya berbagi kode di laboratorium-laboratorium kampus Amerika, jauh sebelum kata "open source" dipopulerkan tahun 1998.
Budaya Hacker di Kampus
Di Stanford, UC Berkeley, dan MIT, komunitas kecil pemrogram terbiasa bertukar kode dan memodifikasi program buatan orang lain secara bebas, lalu menyebarkan hasilnya kembali ke komunitas.
Richard Stallman Keluar dari MIT
Setelah komunitas hacker MIT bubar akibat DEC menghentikan komputer PDP-10, penerusnya mengharuskan pengguna menandatangani nondisclosure agreement. Stallman keluar dari MIT agar hasil karyanya tidak bisa diklaim kampus.
Lahirnya Free Software Foundation
Stallman mendirikan FSF untuk mengembangkan sistem operasi bebas. Lewat FSF, ia menghasilkan gcc, gdb, dan Emacs — dikenal sebagai perkakas GNU — meski kernel sistem operasi yang jadi target utamanya tak pernah rampung.
Linus Torvalds Memulai Linux
Seorang mahasiswa S2 di Universitas Helsinki mulai mengembangkan sistem operasi yang ia sebut Linux, lalu melemparkan kodenya ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama-sama.
Komunitas ini terus tumbuh dan melahirkan berbagai distribusi Linux dengan fondasi sama — kernel Linux dan librari GNU glibc — seperti Red Hat, SuSE, Mandrake, Slackware, hingga Debian.
Istilah "Open Source" Dipopulerkan
Karena kata "free" dari FSF sering disalahartikan sebagai gratis (bukan bebas), dan kalangan bisnis merasa waswas dengan istilah tersebut, muncullah istilah open source — yang mendorong terbentuknya Open Source Initiative (OSI) oleh Eric Raymond dan timnya.
03 / EKOSISTEM DISTRO
Satu Kernel, Banyak Turunan
Debian GNU/Linux menjadi salah satu distro yang paling banyak beranak-pinak, melahirkan puluhan distro turunan seperti Ubuntu, Knoppix, dan Xandros. Semuanya tetap tunduk pada lisensi GNU Public License (GPL) dari FSF — yang menjamin kebebasan pengguna untuk memakai, melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang perangkat lunak, termasuk hasil modifikasinya.
Linus Torvalds sendiri memakai lisensi GPL ini sebagai dasar pengembangan Linux, menjaga agar ekosistemnya tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut berkontribusi.